Thursday, October 28, 2021

YANG ADA, YANG SUDAH ADA, DAN YANG AKAN DATANG

 Pelajaran kitab Wahyu -07

”Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa” (Wahyu 1:8).

Kalimat yang mengatakan : Yang ada  dan yang sudah ada dan yang akan datang, mengandung makna Yesus adalah Allah yang kekal. Mengapa tidak langsung saja memakai satu kata saja, kekekalan?

Kalimat diatas mengarah kepada nama Allah, sewaktu Musa mempertanyakan nama Allah. dan Allah menjawab namaNya adalah I AM THAT I AM (AKU ADALAH AKU). Kalimat itu bermakna, selamanya AKU tetap AKU, tidak ada perubahan, tidak pernah ada yang mengantikan. Allah tidak pernah berubah.

Ayat diatas menjelaskan bahwa Yesus ada dimasa lalu, masa kini dan masa yang akan datang. Sama seperti Ibrani 13:8  Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-


Lantas apa maknanya untuk kita ? Kalau Yesus tidak berubah, maka kuasaNya tetap sama, belas kasihanNya tetap sama, maka kondisi apapun juga, situasi apapun juga yang kita sedang hadapi saat ini, Yesus sanggup menolong kita. kitapun tidak perlu kuatir akan hari esok, karena esokpun Yesus tidak berubah.

Manusia bisa saja tergantung mood, kalau moodnya sedang baik maka dia meresponi dengan cepat, kalau moodnya kurang baik, responnya bisa jadi tidak seperti yang kita harapkan. Yesus tidak berubah ubah moodnya, kasihNya tetap sama, perasaanNya terhadap saudara tetap sama.

Have a blessed day !

Tuesday, October 26, 2021

YESUS ALLAH yang kekal

 Pelajaran kitab Wahyu -06

”Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa” (Wahyu 1:8).

Siapa yang menciptakan Adam dan Hawa? Tentu jawabannya Tuhan! Tetapi siapa yang menciptakan Tuhan Allah? Ini adalah pertanyaan tersulit sepanjang masa yang tak seorangpun bisa menjawabnya.

Tetapi ayat di atas telah menjawab pertanyaan tersebut bahwa Tuhan Yesus [Allah] adalah Awal dari segala sesuatu dan Akhir dari segala sesuatu. Artinya sebelum semuanya ada Dia sudah ada dan setelah Dia tidak ada Allah selain Dia. Dia adalah Tuhan Allah yang tidak pernah diciptakan. Dia ada dengan sendirinya. Bagaimana Dia bisa ada dengan sendirinya? Saya tidak tahu. Alkitab juga tidak memberitahukan kepada kita tetapi itulah Allah kita yang besar. Otak kita tidak mampu untuk menyelaminya.

Dia ada dari kekal kepada kekal. Kekekalan tidak mengenal waktu namun bila ayat di atas berkata”....yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang,” itu menunjukkan dalam waktu manusia Dia sudah ada sebelum kita diciptakan dan Dia tetap ada hingga hari ini di mana kita hidup seperti sekarang ini dan Dia ada di waktu yang akan datang yang belum kita jalani.

Itu berarti Anda dan saya tidak perlu khawatir tentang kehidupan hari ini dan kehidupan yang akan datang sebab Tuhan Yesus ada bersama kita hari ini dan akan tetap bersama dengan kita di waktu yang akan datang. Dia ada di masa yang akan datang dan sedang menunggu kita di sana. Ini adalah jaminan masa depan yang penuh pengharapan.

Bukan hanya itu, ingat Tuhan adalah Awal dari segala sesuatu dan Akhir dari segala sesuatu. Bila dalam hidup Anda hari ini tidak menemukan yang baik, Yesuslah Awal yang baik itu. Bila dalam hidup Anda hari ini tidak menemukan sukacita dan damai sejahtera, Yesuslah Awal dari sukacita dan damai sejahtera itu. Bila dalam hidup Anda hari ini tidak mengalami berkat-berkat Tuhan, Yesuslah Awal dari berkat itu. Bila dalam hidup Anda hari ini Anda tidak tahu arah ke mana Anda harus pergi, Yesuslah Awal dari perjalanan hidup Anda. Bila dalam hidup Anda setiap hari selalu kalah dan kalah, Yesuslah Awal kemenangan hidup Anda. Awalilah hari ini dengan Yesus, sebelum memulai aktivitas, mulailah dengan Yesus.

Yesus juga akhir dari segala sesuatu, dimulai dengan Yesus, diakhiri dengan Yesus. Dialah adalah Allah yang tetap ada, dari awal sampai akhir dunia ini, Dia tetap ada. Dia tetap pegang kendali, tidak pernah Dia meninggalkan barang sedetikpun. Dia tetap eksis sampai akhir dunia ini. Dia tetap ada sampai akhir hidup kita.

Kondisi dunia yang semakin tidak menentu, tidaklah berarti bahwa Dia tidak ada. Dia tetapi pegang kendali. Dia tetap Ada selamanya.

Have a blessed day !

 

Thursday, October 21, 2021

DIA datang dengan awan-awan

 Pelajaran kitab Wahyu 05

Wahyu 1:7 Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia. Ya, amin.

Inilah hari yang dinanti-nanti oleh orang Kristen segala abad.

Ayat ini merupakan gabungan dari Daniel 7:13 dan Zakharia 12:10.91 Dalam Daniel 7:13, nabi melihat Mesias datang "dengan awan-awan dari langit". Ternyata awan seringkali berkaitan dengan kedatangan Tuhan Allah, seperti dalam Bilangan 11:25; Mazmur 104:3; dan Yesaya 19:1.

Dalam Zakharia 12:10 ditulis bahwa semua penduduk Yerusalem "akan memandang kepada Dia yang telah mereka tikam, dan akan meratapi Dia...." Apa yang dibatasi pada semua penduduk Yerusalem dalam Kitab Zakharia, sudah meluas menjadi setiap mata dan semua bangsa di bumi dalam Kitab Wahyu, sehingga mereka akan meratapi Dia.

Pada waktu Tuhan Yesus datang untuk pertama kalinya, Dia hanya dilihat oleh beberapa ribu orang di wilayah Timur Tengah. Akan tetapi, kedatangan-Nya untuk kedua kalinya bersifat lain, karena setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia.

 A, ‘Lihatlah’.

Ay 7 diawali dengan kata ‘lihatlah’. Seakan-akan Firman Allah menyuruh gereja mengarahkan matanya pada kedatangan Kristus yang keduakalinya.

Frase “Lihatlah” mengajarkan kita untuk memperhatikan suatu peringatan yang sangat mendalam. Kata-kata ini juga digunakan pada ayat lain dalam kitab Wahyu untuk mengajak pembaca memberikan perhatian khusus. Saat saudara sedang mengerjakan hal lain, diminta untuk memberikan perhatian khusus akan hal ini. Umumnya jika kita mendengar perkataan : lihatlah, kita akan menoleh dan memberikan perhatian. Begitu juga dengan kalimat ini, Yohanes ingin umat Tuhan memberikan perhatian akan kalimat berikutnya dan memberikan full attention.

b)   ‘Ia datang dengan awan-awan’

Kata ‘awan’ bisa diartikan secara hurufiah yaitu betul-betul ‘awan’ (seperti saat Yesus naik ke Surga, awan meliputinya, begitu juga kelak kedatanganNya Kis 1:9-11 “Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga”). Tetapi kata ‘awan’ bisa juga secara simbolis, dan kalau diartikan secara simbolis maka ‘awan’ bisa berarti: kemuliaanNya.

Jadi, ‘Yesus akan datang keduakalinya dengan awan-awan’ maksudnya adalah bahwa ‘Ia akan datang keduakalinya dengan kemuliaanNya’. Dulu, pada kedatanganNya yang pertama Ia datang dengan kehinaan karena Ia merendahkan diri menjadi seorang manusia / bayi yang lemah dan miskin, sehingga banyak orang yang tidak mengenaliNya atau mempercayaiNya sebagai Allah / Tuhan. Tetapi pada kedatanganNya yang keduakalinya Ia datang dengan seluruh kemuliaanNya, sehingga semua orang akan mengenaliNya sebagai Allah.

Sungguh pemandangan yang sangat menakjubkan kelak.


c)   ‘setiap mata akan melihat Dia’ (ay 7).

Ini menunjukkan bahwa pada kedatanganNya yang keduakalinya, maka Yesus akan langsung terlihat oleh semua orang, sehingga tidak perlu lagi ada pemberitahuan (Mat 24:23,26).

Jadi, ada perbedaan antara kedatangan Yesus yang pertama dan kedua. Pada kedatangan pertama, Ia datang pada satu tempat tertentu di Betlehem dan diketahui oleh beberapa orang saja, sehingga perlu pemberitahuan dari orang satu ke orang lain (Pekabaran Injil), sehingga makin lama makin banyak yang mengetahui tentang Dia. Tetapi pada kedatangan yang kedua, kedatanganNya akan langsung terlihat oleh semua orang, sehingga tidak perlu lagi ada orang yang memberitahu ataupun diberitahu!

Ada orang yang menganggap bahwa hal ini tidak mungkin terjadi karena bumi ini bulat. Jadi kalau Yesus misalnya datang di Kutub Utara, bagaimana mungkin orang di Kutub Selatan bisa melihat Dia?

Bisa saja kejadian saat itu dipancarkan melalui satelit, jaringan televisi sehingga orang seluruh dunia dapat menyaksikan peristiwa yang luarbiasa ini. Tetapi bagi saya, kalaupun tanpa satelit, kuasa Tuhan yang tidak terbatas itu mampu melakukannya. memang kalau Yesus datang di Kutub Utara, orang yang di Kutub Selatan tidak bisa melihat Dia, tetapi pernyataan ini hanya benar jika kita menganggap bahwa hukum alam saat ini tetap berlaku, yaitu bahwa sinar bergerak lurus! Mengingat bahwa hukum alam juga diciptakan oleh Allah, tidak bisakah Allah membuang hukum alam itu pada saat itu dan membuat sinar bergerak melengkung? Dengan demikian orang yang ada di Kutub Selatan bisa melihat Yesus sekalipun Ia datang di Kutub Utara!

Inilah suatu hal yang luarbiasa yang akan Allah lakukan untuk hal yang dahsyat itu. Adakah yang mustahil bagi Tuhan?

Kalimat : setiap mata akan memandang ini juga berarti bahwa kedatanganNya tidaklah bersifat rahasia. Tetapi terbuka dan terlihat oleh semua orang. Yesus tidak mungkin datang diam-diam dan hanya diketahui oleh segelintir orang saja. Saksi Yehova pernah menubuatkan kedatangan Yesus pada tahun 1914 mereka berkata, Yesus memang sudah datang keduakalinya tetapi secara rohani, sehingga tak terlihat.

Penafsiran sesat ini jelas bertentangan dengan Wah 1:7 ini!

d)   ‘juga mereka yang telah menikam Dia’ (bandingkan dengan Zakh 12:10).

Ini menunjuk kepada tentara Romawi yang menikam rusuk / lambungNya dengan tombak (Yoh 19:34), Kalimat ini agak membingungkan, bukankah saat Yohanes menulis kitab ini (sekitar 60 tahun setelah peristiwa kematian), orang yang menikam Yesus sudah meninggal dunia ? atau paling tidak sudah jompo dan penglihatannya kabur?

Menikam atau melukai bukan  bearti secara fisik, tetapi sebagai arti kiasan. Orang yang menikam Yesus, bisa diartikan orang yang melukai Yesus, dengan hidup dalam dosa. Kedatangan Yesus yang kedua kali, akan dilihat oleh semua orang, baik orang percaya maupun orang berdosa.

e)   ‘Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia’.

Kata ‘meratapi’ diterjemahkan ‘wail’ (= meratap) oleh KJV/RSV dan ‘mourn’ (= berkabung) oleh NIV/NASB. Ini bukan ratapan / perkabungan dari pertobatan, tetapi dari keputusasaan dan ketakutan serta kengerian yang dahsyat (Wah 6:16).

Sama seperti kalau hari sedang hujan lebat, lantas kilat sabung menyabung tidak henti, itu semua dapat membuat kita ngeri, dan takut. Kedatangan Yesus ini jauh lebih dahsyat dari fenomena alam yang pernah terjadi. Sehingga ada rasa gentar dan ngeri atas semua orang yang menyaksikannya. Penganut free thinker, atau ateis, mereka akan menyaksikan peristiwa ini, dan mereka juga merasakan takut dan gentar. Orang yang selama ini menghina Yesus, atau menganiaya gereja, mereka akan menyaksikan hal ini dan mendatangkan kengerian yang dahsyat dalam hidup mereka.

f)    ‘Ya, amin’.

Ini ucapan untuk menyetujui, dan memang terhadap setiap kebenaran Firman Tuhan, kita harus mempunyai sikap hati yang tunduk dan menyetujui! Yohanes meresponi akan kejadian yang dahsyat itu. Yesus memberikan vision, penglihatan di masa yang akan datang, dan Yohanes berkata, amin - jadilah demikian.

Kedatangan Yesus yang kedua kali bukan menjadi hal yang menakutkan bagi kita orang percaya. Tetapi seharusnya menjadi hal yang dinanti nantikan. Sama seperti orang yang sedang menantikan kekasihnya yang sudah lama tidak bertemu.

Ada orang berkata : Yesus, jangan datang dulu, saya belum menikah…Yesus jangan datang dulu, saya masih belum sungguh-sungguh…

Siap atau tidak siap, Yesus tidak akan menunggu sampai saudara siap, Dia akan datang segera !

Have a blessed day !

Tuesday, October 19, 2021

Bagi Dia yang mengasihi kita

 Pelajaran kitab Wahyu 04

Wahyu 1:5 dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya—

Yohanes menambahkan deskripsi tentang Tuhan Yesus, sebagai Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati,kemudian dia tambahkan dengan kalimat,  Yang berkuasa atas raja-raja di bumi, dan Yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa. Keterangannya sangat jelas dan lengkap.

Saksi yang setia > Yohanes menulis kitab Wahyu untuk menguatkan orang-orang Kristen yang sedang dianiaya sangat hebat oleh kaisar Romawi Domitianus. Banyak saksi Kristus yang mengalami kematian akibat siksaan dari kaisar Romawi. Dalam bahasa aslinya, kata “saksi” adalah kata darimana kata bahasa Inggris untuk “martir”. Yesus Kristus adalah saksi yang setia, ada banyak kesempatan bagi Dia untuk melarikan diri dari penderitaan, ataupun tugas yang diberikan oleh Bapa. Tetapi Yesus setia sampai mati di kayu salib. Kitapun harus menjadi saksi yang setia seperti Kristus.

Yang pertama bangkit dari antara orang mati > Yesus adalah buah sulung dari kebangkitan. Kita akan memakai tubuh kemuliaan seperti Yesus, saat kita mengalami kebangkitan (sudah saya bahas di youtube gereja online).

Yang berkuasa atas raja-raja di bumi > Yohanes tidak salah dalam menuliskan kalimat ini. Selama Dia mengikut Yesus, dia tidak melihat Yesus menggulingkan kerajaan Roma, ataupun berurusan dengan raja-raja di bumi. tetapi melalui inspirasi dari Roh Kudus, dia menuliskan kalimat diatas. Raja-raja di bumi, tunduk dibawah perintahnya. Saat kita memiliki permasalahan dengan pemerintahan dimana kita tinggal, entah masalah imigrasi, ijin tinggal,atau mengurus KTP, Paspor, urus surat tanah, ganti nama dll,  kadang kita tidak berdaya, dan tidak tahu mau minta tolong sama siapa, berdoalah kepada Yesus. Dia sanggup menolong.  Proverbs 21:1 The king's heart [is] in the hand of the LORD, [Like] the rivers of water; He turns it wherever He wishes.

Bagi Dia yang mengasihi kita > Yesus mengasihi kita semua, tidak hanya itu saja, tetapi Dia juga melepaskan kita dari dosa oleh darahNya.

Saat salah satu anggota keluarga kita harus di rawat di rumah sakit, kita mengasihi dia, tetapi kita tidak dapat menolong banyak dalam mengatasi rasa sakitnya. Kita tidak memiliki kemampuan untuk mengatasi penderitaannya.  Tetapi tidak dengan Yesus, Dia mengasihi kita, Dia mampu menolong kita. Bahkan persoalan terbesar manusia, yakni dosa, Dia mampu melepaskan kita dari dosa. Dan yang lebih luarbiasanya, Dia berikan darahNya, hidupNya, untuk menebus kita dari dosa. Dengan kata lain, Yesus mengasihi saudara dengan kasih yang total !


Dosa hanya bisa dilepaskan oleh darah Kristus, hanya satu cara, dan satu jalan. Tidak ada cara lain. amal dan perbuatan baik, tidak bisa menghapuskan dosa. Bertapa atau menyucikan diri tidak berkontaminasi dengan dunia, tidak bisa menghapuskan dosa. Hanya oleh darah Kristus saja. Dan Yesus mau memberikan darahNya untuk dicurahkan sebagai korban tebusan dosa bagi manusia karena Dia mengasihi kita semua.

Have a blessed day !

Thursday, October 14, 2021

Pemeliharaan Tuhan

 Pelajaran Wahyu 03

Wahyu 1:4 Dari Yohanes kepada ketujuh jemaat yang di Asia Kecil: Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu, dari Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, dan dari ketujuh roh yang ada di hadapan takhta-Nya,

1:5 dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini.

Ada tujuh sidang jemaat di Asia Kecil, mereka mendapat pesan dari Yohanes, tetapi tidak hanya dari Yohanes, ke tujuh sidang jemaat ini mendapat pesan juga dari Allah Bapa, Allah Roh Kudus dan Tuhan Yesus.

Ketujuh gereja ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, mereka mendapat nasihat, teguran dari Tuhan.

Wahyu 1:4 ….dari Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang > ini berbicara mengenai Allah Bapa yang Kekal (dulu, sekarang dan selamanya tetap Ada). Didalam Daniel 7 disebutkan sebagai Yang Lanjut Usia."Yang Lanjut Usia" adalah cara lain untuk mengakui Allah sebagai Yang Kekal,

dari ketujuh roh yang ada di hadapan takhta-Nya > ketujuh Roh ini bukan berarti ada 7 Roh,  ini adalah bahasa kiasan menunjukkan kesempurnaan.

dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia > Tuhan Yesus yang membangun sidangnya, maka segala sesuatu yang terjadi dengan sidangNya, adalah juga menjadi urusannya Tuhan.

Dari sini kita bisa lihat, bahwa gereja berdiri bukan karena tergantung pada gembala sidang, atau penatua. Gereja berdiri karena ada karya Allah tritunggal didalamnya. Jemaat yang beribadah didalamnya, tidak luput dari pemeliharaanNya. Karena itu tidak peduli apakah dari gereja kecil, gereja menengah, atau gereja besar. Semuanya di pelihara Tuhan.

“Bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Karena itu, jangan takut, karena kamu lebih berharga daripada banyak burung pipit.” (Lukas 12:7)

Rontoknya rambut dari kepala, jelas menjadi kekhawatiran tersendiri, terutama bagi wanita. Rambut dianggap sebagai mahkota yang begitu berharga. Mereka khawatir ketika melihat beberapa helai rambutnya jatuh ketika keramas. Mereka semakin khawatir ketika mendapati rambut-rambut mereka menyangkut pada gigi-gigi sisir. Ya, kenyataannya kita terlalu khawatir dengan jumlah rambut kita yang jatuh namun jarang memikirkan bagaimana Tuhan menumbuhkan rambut-rambut baru di kepala kita. 

Mampukah kita menghitung jumlah rambut di kepala kita? Sebuah penelitian menyebutkan bahwa umumnya orang kehilangan rambut sekitar lima puluh hingga seratus helai setiap hari. Bayangkan, dengan jumlah manusia di bumi yang mencapai sekitar enam miliar jiwa saat ini, siapakah yang mampu mengetahui jumlah rambut seluruhnya? Namun Tuhan berkata bahwa Ia mengetahuinya dengan tepat. Dan ini juga berarti bahwa Ia tidak membiarkan rambut di kepala kita jatuh tanpa seizin-Nya! 



Bukankah Dia adalah Allah yang begitu menakjubkan? Jika rambut di kepala kita saja tidak terluput dari perhatian-Nya, akankah Ia melupakan kita? Akankah Ia menarik tangan-Nya saat kita berserah hati dan memohon pertolongan-Nya? Akankah Ia menutup telinga-Nya sehingga Ia enggan mendengar rintihan hati kita? Dan lagi, jika Tuhan mengingatkan bahwa seekor burung pipit yang berharga sangat murah pun tidak dilupakan-Nya, akankah Ia melupakan diri kita yang telah dijadikan-Nya serupa dan segambar dengan-Nya? Percayalah, Ia tidak sanggup melupakan kita!

Have a blessed day !!

Tuesday, October 12, 2021

KOMUNIKASI DENGAN TUHAN

 Pelajaran kitab Wahyu 02

Wahyu1:1 Inilah wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan Allah kepada-Nya, supaya ditunjukkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi. Dan oleh malaikat-Nya yang diutus-Nya, Ia telah menyatakannya kepada hamba-Nya Yohanes.

Pewahyuan Yesus Kristus ini diberikan kepada Yohanes, muridNya. Dari sekian banyak murid Tuhan, mengapa hanya kepada Yohanes saja Yesus memberikan pewahyuan penting ini?

Pertama, bisa jadi karena hanya Yohanes satu-satunya yang masih hidup, diperkirakan kitab Wahyu ditulis Sekitar88-92 AD saat Yohanes berada di pulau Patmos, sebagai narapidana yang diasingkan di pulau terpencil. Setelah banyak murid-murid Yesus seperti Petrus, Yakobus dan murid-murid lainnya termasuk Paulus sudah meninggal.

Kedua, Yohanes adalah murid utama Yesus, dan paling dikasihi. Sehingga Yesus mempercayakan pesan penting ini, tidak kepada Paulus, tetapi kepada Yohanes, karena dia sudah bersama Yesus dari awal pelayanan.

Tuhan Yesus ingin gerejaNya mempersiapkan diri mereka menjelang akhir zaman, untuk itu kitab Wahyu diberikan. Sebelum penyaliban, Tuhan Yesus pernah berbicara tentang akhir zaman, apa saja yang akan dialami. Apa yang Yesus sampaikan di Matius 24 itu melengkapi apa yang tertulis didalam kitab Wahyu, karena berasal dari sumber yang sama, yakni Yesus Kristus.

Wahyu1:1 …Ia telah menyatakannya kepada hamba-Nya Yohanes.

Sebagai hamba Tuhan, maka Yohanes harus tetap mempertahankan hubungan dengan Tuannya. Seorang hamba Tuhan, entah dia gembala sidang, pendeta, atau penginjil, haruslah memiliki hubungan yang dekat dengan Tuannya. Sehingga tidak ketinggalan berita yang up to date dari surga. Jangan sampai pemimpin rohani ketinggalan berita dari Surga.

Hamba Tuhan harus memelihara hubungan dengan Tuhan, paling tidak jam doa nya harus lebih banyak dari jemaat. 

Saya berpikir tidak hanya hamba Tuhan saja, tetapi semua dari anak-anak Tuhan, wajiblah memiliki hubungan yang erat dengan Tuhan. sehingga Tuhan memiliki banyak channel untuk dapat dipakai menjadi alatNya.

Tuhan kita bukanlah Tuhan yang senang main petak umpet, DIA bersembunyi lantas kita mencariNya. Dia bukanlah Tuhan yang membuat anak-anakNya bingung dan tidak tahu arah. Di gurun pasir, Tuhan memberi arahan yang jelas untuk umatNya. Kemana mereka harus berjalan, dimana mereka harus berkemah. Apalagi berbicara tentang akhir zaman, pastilah Tuhan mengkomunikasikan ini dengan hamba-hambaNya ataupun anak-anakNya.


Tuhan punya banyak cara untuk berkomunikasi dengan hamba-hambaNya atau anak-anaknya. Bisa saja Tuhan berkomunikasi dengan saudara melalui mimpi. Karena Allah pernah berkata: Kisah 2:17 Akan terjadi pada hari-hari terakhir--demikianlah firman Allah--bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi.

Jangan anggap remeh mimpi saudara, siapa tahu Tuhan sedang berkomunikasi melalui mimpi tersebut. Tuhan bisa memberikan penglihatan, atau nubuat untuk mengkomunikasikan sesuatu. Menjelang akhir zaman, fenomena ini akan semakin banyak terjadi.

Saat di awal covid 19 ini terjadi sampai saat ini, adakah Tuhan berbicara kepada saudara? 

Mungkin Tuhan sedang berbicara kepada saudara hati ini ! dengarkanlah DIA, responi Dia !

Have a blessed day !

 

 

 

 

Monday, October 11, 2021

Bersiaplah

 Pelajaran kitab Wahyu

Wahyu1:1 Inilah wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan Allah kepada-Nya, supaya ditunjukkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi. Dan oleh malaikat-Nya yang diutus-Nya, Ia telah menyatakannya kepada hamba-Nya Yohanes.

Suatu saat selagi saya sedang berdoa, Tuhan ingatkan untuk membahas tentang akhir zaman. Saya berpikir mau mulai dari mana, sebab topik akhir zaman sangatlah luas dan rumit. Tuhan berikan dorongan untuk memulai dengan kitab Wahyu.

Mulai hari ini dan hari selanjutnya, kita akan mengupas kitab Wahyu. Begitu juga dengan gereja oikos online, senin, rabu dan jumat, akan membahas tentang akhir zaman atau kitab wahyu.

Kitab wahyu adalah pewahyuan dari Yesus Kristus sendiri yang dinyatakan kepada Yohanes di pulau patmos. Yohanes dalam pembuangannya, dia mendapat banyak penglihatan tentang akhir zaman.

Wahyu1:1 Inilah wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan Allah kepada-Nya, supaya ditunjukkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi. Dan oleh malaikat-Nya yang diutus-Nya, Ia telah menyatakannya kepada hamba-Nya Yohanes.

Yesus menunjukkan kepada hamba-hambaNya, oleh sebab itu hamba-hambaNya harus tune-in harus selalu berhubungan dengan tuannya, agar mendapatkan informasi terkini dan tidak ketinggalan berita. 

Apa saja yang ditunjukkan? Yesus menunjukkan apa yang HARUS SEGERA TERJADI. Jadi ini sudah digariskan, sudah dirancangkan, sudah ditentukan. Bukan sesuatu yang masih dalam perencanaan yang dapat berubah-ubah setiap saat.


Kitab Wahyu berisi berita yang sangat luarbiasa. Belajar kitab ini sama saja kita mempersiapkan diri tentang apa yang HARUS SEGERA terjadi. Karena itu sangatlah penting untuk kita mempelajarinya. Luangkan waktu saudara untuk membaca, mempelajarinya serta mempercayai apa yang dikatakan kitab wahyu ini.

Yesus memberitahukan pesan ini dengan perantaraan malaikatNya. Tidak ada hal yang Yesus sampaikan, yang berupa masih dalam pertimbangan, artinya dalam kitab Wahyu itu, pasti akan terjadi karena sudah terprogram. Tuhan mengasihi umatNya sehingga Dia terlebih dahulu menasehati kita semua, memperingati kita sebelum adanya hal yang mengejutkan tentang akhir zaman.

Have a blessed day !

 

 

 

Wednesday, October 6, 2021

UKURAN PEMBERIAN KRISTUS

 Efesus 4:7 Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus.

But to each one of us grace was given according to the measure of Christ's gift.

Tuhan Yesus menceritakan tentang perumpamaan tuan yang memberikan 5, 2, 1 talenta kepada pegawainya untuk dikembangkan.

Menurut saudara kenapa ada yang mendapat 5, 2, 1? Saya percaya, si tuan nya melihat kemampuan hamba-hambanya untuk menjalankannya, tuannya tidak asal memberi saja. Tetapi melihat bakat, kemampuan, serta ketekunan.


Efesus 4:7 menjelaskan bahwa setiap dari kita masing-masing mendapatkan kasih karunia Allah, menurut ukuran pemberian kristus.

Karena itu, tidak boleh kita iri hati terhadap orang lain. Yang mendapatkan dua talenta, tidak boleh iri hati terhadap yang mendapatkan lima talenta.

Kebijakan sang Tuan, tidak bisa diganggu gugat. Tuhan tahu yang terbaik untuk anak-anakNya.

Have a blessed day !

Tuesday, October 5, 2021

HARMONIS

 Daily Devotion

Efesus 4:3 Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera:

Senar gitar yang terdiri dari beberapa utas, bila dipetik oleh orang yang pintar bermain gitar, akan kedengaran alunan musik yang merdu.

Begitupun piano yang terdiri dari beberapa tuts, bila tuts-tuts itu ditekan oleh orang yang piawai bermain piano, akan terdengar rangkaian nada anggun.

Apabila biola digesek oleh seorang pemain kawakan, akan terdengar alunan musik indah.

Masing-masing alat music memiliki kelebihan, tetapi apabila alat music tersebut dimainkan dengan serasi, akan sangat menawan hati.

Bila dibandingkan piano dengan gitar, akan terasa perbedaan fungsi, warna suara dan cara memainkannya. Piano tidak harus sama dan memang tidak sama suaranya dengan gitar dan sebaliknya, tetapi yang penting adalah keselarasannya.

Bayangkanlah bila dalam suatu orkestra beberapa alat musik dimainkan sembarangan tanpa nada dan not yang tak jelas, apalagi masing-masing alat musik itu dimainkan dengan lagu yang berbeda pada saat yang sama dan di tempat yang sama, apa jadinya?

Telinga kita akan sakit, kepala pusing dan perut jadi mual serta tensi kita naik. Akan kedengaran suara tidak karuan dan sangat mengganggu pendengaran. Bukan musik lagi namanya. Kita akan menutup telinga dan berusaha menjauh karena tidak nyaman.

Juga dalam orkestra ada peran seorang konduktor untuk mengarahkan kapan sebuah alat musik harus dimainkan dan bagaimana temponya. Orang yang memainkan alat musik harus taat kepada sang konduktor dan tak boleh asik sendiri dan jangan bermain sesukanya meskipun dia cerdas dan pintar bermain.


Kehidupan kita sebagai orang yang telah percaya kepada Tuhan bagaikan kumpulan alat musik. Kita memiliki beragam latar belakang, kedudukan, pemikiran, talenta dan sebagainya. Oleh karena itu mesti ada satu keserasian agar tercipta irama dan harmoni untuk mencapai maksud dan kehendak-Nya.

Tuhan memimpin manusia dengan Roh-Nya agar yang berbeda dapat menjalankan perannya masing-masing dalam keselarasan dan harmoni. Ikutlah pimpinan Roh-Nya.

Biarlah masing-masing kita mejadi diri kita seutuhnya dan tidak harus menjadi orang lain. Yang penting bukanlah kesamaan, tetapi kebersamaan dalam keberagaman kita mewujudkan panggilan Allah atas hidup kita masing-masing.

Kesatuan itu tidak datang dengan sendirinya, tetapi harus dipelihara, dijaga. Harus ada usaha, kemauan untuk memilihar kesatuan. Jika ada konflik, masing-masing harus berinisiatif untuk menyelesaikannya dengan baik dan harmonis.

Kesatuan dalam rumah tangga harus dipelihara dan diusahakan. Penyesuaian suami dan istri yang baru menikah, butuh usaha untuk tetap harmonis.

Kesatuan jemaat harus dijaga dan dipelihara. Masing-masing mengambil role nya, dan tetap menjalankannya dengan keharmonisan.

Have a blessed day !

Thursday, September 30, 2021

SALING MEMBANTU

 Daily Devotion

Efesus 4:2  ….Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.

Kasih harus disertai dengan perbuatan.  Kita tidak bisa berkata, aku mengasihi kamu, tetapi tidak mewujudkannya didalam tindakan. Kasih bukanlah hanya di mulut saja, tetapi harus ada tindakannya.

Istri akan  meragukan pernyataan suaminya yang  berkata, aku mengasihi kamu. Tetapi saat istrinya sedang repot, dia tidak membantunya.

"Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran."  1 Yohanes 3:18

Alkitab menyatakan bahwa di masa-masa akhir ini  "...kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin."  (Matius 24:12).  Orang tidak lagi punya kepedulian terhadap sesamanya karena fokus hidupnya adalah untuk diri sendiri.  Kata kasih acapkali hanya sekedar slogan yang tak berhenti digembar-gemborkan tapi tak ada wujud nyata.  Ada kalimat bijak yang mengatakan bahwa kasih yang dipendam itu tak lebih dari sebuah kebohongan.  Jadi kasih itu  benar benar harus diekspresikan dalam sebuah tindakan nyata.

     Dalam kehidupan Kristiani mengasihi itu bukanlah perbuatan pilihan atau perbuatan manasuka yang ditawarkan oleh Tuhan, tetapi perbuatan wajib yang harus menjadi bagian hidup kita.  Pada dasarnya perbuatan kasih meliputi tiga kepedulian yaitu peduli pada penderitaan orang lain, peduli pada kebutuhan orang lain dan peduli pada keselamatan orang lain. 

Bagaimana seharusnya kita mengekspresikan kasih itu? 

Suka menolong orang lain.  "Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?"  (1 Yoh 3:17). 

Jangan menunda-nunda saat mau  menolong orang lain, dengan alasan untuk kebutuhan sendiri saja belum cukup atau lagi repot.  Membantu orang bukan berbicara bantuan keuangan saja, tetapi juga membantu tenaga, bantuan secara fisik. Saat melihat saudaranya sedang pindahan rumah, tawarkan bantuan tenaga. Saat mendengar temannya kebanjiran, segera datang, membantu membersihkannya.

Ayat diatas juga menunjukkan perkataan SALING MEMBANTU. jadi kita yang sudah menerima bantuan orang lain, kita harus membantu pula, saat orang lain sedang dalam kesusahan. jangan selalu berada di posisi Menerima, tetapi ambillah posisi memberi. 


"Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya."  (Amsal 3:27).

Have a blessed day !

Monday, September 27, 2021

Tidak Sabar

 Daily Devotion

Efesus 4:2  Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.

Sabar adalah sikap dan perilaku yang menunjukkan kemampuan dalam mengendalikan gejolak diri dan tetap bertahan seperti keadaan semula dalam menghadapi berbagai rangsangan atau masalah.

Ketidaksabaran lebih banyak mendatangkan kerugian. Ada orang yang tidak sabar untuk menunggu beberapa detik saja. Seperti menyebrang di jalan raya, akibatnya banyak kecelakaan terjadi.

Seseorang bisa mengalami penyesalan seumur hidup dalam pernikahan, akibat tidak sabar menunggu jodoh.

Sarah tidak sabar menunggu janji Tuhan, dia menawarkan Hagar untuk dinikahi oleh Abraham. Sehingga lahirlah Ismael yang akhirnya keturunannya itu mendatangkan konflik yang berkepanjangan sampai saat ini di timur tengah.

Saul tidak sabar menanti kedatangan Samuel. Dia melakukan perbuatan yang seharusnya tidak boleh dia lakukan, akibatnya dia ditolak menjadi raja oleh Tuhan.

Berapa banyak akibat ketidaksabaran, saudara mengalami banyak masalah, serta kerugian?

Akibat pandemic yang berkepanjangan dan tidak tahu sampai kapan berakkhir, banyak dari kita yang sudah mulai tidak sabar terhadap situasi yang terjadi. Kita tidak sabar terhadap pasangan, anak-anak, bahkan terhadap keadaan.

Kesabaran adalah bagian dari buah Roh, semakin kita dekat dengan Tuhan. maka kemampuan kita mengendalikan diri semakin baik. Belajarlah untuk menjadi sabar.



Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota."  Amsal 16:32

Have a blessed day !

 

Thursday, September 23, 2021

LEMAH LEMBUT

 Daily Devotion

Efesus 4:2  Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.

Sikap kedua yang dinasehatkan Paulus yang harus dikembangkan oleh setiap orang percaya adalah lemah lembut. Apakah yang dimaksud dengan lemah lembut di sini? Lemah lembut adalah karakter pribadi seseorang yang istimewa di mana orang yang lemah lembut bersedia menerima keterbatasan dan kesulitan tanpa banyak keluhan dan bantahan.

Itu berarti menunjukkan rasa syukur atas perlakuan sesederhana apa pun yang kita terima dan menoleransi mereka yang tidak memperlakukan kita dengan baik.

Lemah lembut berarti tetap berbicara dengan tenang dan lembut saat dihasut. Itu dapat berarti mengambil sikap diam; karena ketenangan sering menjadi respons yang tepat terhadap kata-kata kasar.

Saat anak-anak berisik dan gaduh, serta menjengkelkan, kita cenderung meresponi dengan berteriak kasar dan menyuruh mereka untuk diam, terlebih lagi kalau didalam hati sedang kesal. Suasana hati yang tidak tenang, menjadi penghalang untuk bersikap lemah lembut.

Lawan dari lemah lembut adalah kasar. Saat kita jengkel, marah, kecewa, kita dapat bertindak kasar terhadap keadaan maupun terhadap seseorang yang menjengkelkan.  Kita gagal menjadi berkat bagi orang lain ketika perilaku kita menjadi kasar.

Lemah lembut merupakan salah satu sifat yang kita temukan dalam diri beberapa tokoh Alkitab. Misalnya ada dalam diri Musa, ketika ia memimpin bangsa Israel yang keras kepala berada dalam perjalanan di padang gurun menuju ke tanah Kanaan (Bil. 12:3).

Kita menemukan keteladanan dalam hal lemah lembut tersebut ada dalam diri Yesus Kristus sendiri (Mat. 11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.)

Yesus saat berhadapan dengan orang Farisi, Saduki, ahli Taurat, tetap tenang. Yesus dapat bersikap tegas terhadap kesalahan mereka dan menegor dengan keras, tetapi Yesus tidak kehilangan kendali atas perasaanNya. Dia tetap dapat mengontrol emosi.

Kita diminta untuk belajar dari Yesus dalam hal lemah lembut dan rendah hati. Menghadapi situasi yang menjengkelkan, dan tidak sesuai yang diharapkan, Yesus tetap tenang, tidak grasa grusu.


Mungkin ada yang berpikir, aku ini sudah dilahirkan dalam bentuk seperti ini, emosiku mudah meledak-ledak, omonganku kasar, bagaimana mungkin aku menjadi lemah lembut?

Ya memang ada orang yang dari lahir sifatnya tenang, kalem, sehingga mudah bagi dia untuk mengendalikan perasaan dan bersikap lemah lembut.

Tetapi perlu kita sadari pula bahwa lemah lembut yang sesungguhnya bukanlah produksi dari diri kita sendiri, tetapi itu hasil persekutuan kita dengan Roh Kudus. (Galatia 5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,5:23 kelemahlembutan, penguasaan diri.)

Semakin kita intim dengan Roh Kudus, semakin nampak buah Roh didalam hidup kita.

Have a blessed day !

 

Tuesday, September 21, 2021

RENDAH HATI

 Daily Devotion

Efesus 4:1 Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu.


Kata "gereja" merupakan kata serapan dari bahasa Portugis: igreja, yang berasal dari bahasa Yunani: εκκλησία (ekklêsia) yang berarti dipanggil keluar (ek= keluar; klesia dari kata kaleo= memanggil); kumpulan orang yang dipanggil ke luar dari dunia. Dengan kata lain, gereja adalah kumpulan dari orang-orang yang percaya Yesus yang dipanggil keluar dari kehidupan lama mereka dan memiliki kehidupan yang baru didalam Kristus.

Orang Kristen harus berbeda dengan orang dunia, karena kita adalah orang yang telah menerima panggilan Tuhan. untuk itu gaya hidup kita harus selaras dengan pengajaran Kristus.

Paulus menjelaskan bahwa kehidupan orang percaya haruslah selaras dengan panggilan kita. sifat kita harus menunjukkan karakter Kristus didalam hidup kita.

Di ayat kedua, Paulus meminta agar jemaat Efesus : Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.

Ada banyak sikap hidup yang baik yang sepatutnya  kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Namun dalam nas hari ini setidaknya ada tiga keutamaan yang diharapkan kita hayati atau laksanakan dalam hidup sehari-hari sebagai orang beriman, yaitu “rendah hati, lemah lembut dan sabar”.

Pertama,  sikap rendah hati. Rendah hati adalah sikap dan perilaku yang tidak suka menonjolkan dan menomorsatukan diri. Meskipun pada kenyataannya lebih dari orang lain, ia dapat menahan diri untuk tidak menonjolkan dirinya.

"Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."  Lukas 14:11

Secara naluriah manusia ingin dipuji, diperhatikan, diprioritaskan, dihargai dan tidak mau direndahkan atau disepelekan.  Karena itu manusia cenderung meninggikan diri dan sulit merendahkan hati.  Di zaman  'keras'  seperti ini sulit menemukan orang yang rendah hati, karena kebanyakan orang berpikir bahwa kerendahan hati itu identik dengan kelemahan, di mana pamor atau gengsi akan turun.

Kerendahan hati sesungguhnya adalah sifat bijak dalam diri seseorang yang membuat ia dapat memposisikan dirinya sama dengan orang lain, tidak merasa lebih pintar, tidak merasa lebih baik, tidak merasa lebih mahir, tidak merasa lebih hebat, dan dapat menghargai orang lain dengan tulus.  Inilah sifat yang harus kita miliki sebagai pengikut Kristus, sebab Tuhan Yesus sendiri telah memberikan teladan hidup,  "...yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,"  (Filipi 2:6-9).

     Tanda orang punya kerendahan hati: 

1.  Berani mengakui kesalahan.  Karena gengsi, sedikit orang berani mengakui kesalahan sendiri di depan sesamanya, bahkan di hadapan Tuhan;  mereka lebih memilih menyembunyikan kesalahannya dan berlaku munafik.  "Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi."  (Amsal 28:13). 

2.  Mau belajar dan diajar.  Proses  'belajar dan diajar'  itu tidak hanya melalui pendidikan formal di sekolah atau kampus, tetapi juga melalui  'sekolah'  kehidupan ketika kita berinteraksi dengan sesama di mana pun berada.  Proses ini tidak mengenal batasan usia dan waktu...  "Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya."  (Amsal 27:17). Orang yang rendah hati, saat dinasehati, tidak membantah-bantah, melainkan menerimanya.

 

Have a blessed day !